Kamu 👮
Teruntuk Kamu yang Sedang Aku Perbincangkan Dengan Allah 😇
Setelah sekian lama aku mengalami patah hati terhebatku, aku menganggap bahwa semua laki-laki di dunia ini sama saja, semua tidak ada yang baik.
Berulang kali teman-temanku mencoba untuk membuatku 'move on' salah satunya dengan mengenalkan beberapa teman-temannya. Tapi entah, tidak ada satupun dari mereka yang bisa membuat hatiku bergetar seperti dulu.
Sampai aku bertanya pada diriku sendiri, apakah hati ini sudah beku? Apakah sudah tidak berfungsi untuk merasakannya kembali? Atau sudah mati rasa?
Entahlah.. Aku juga tidak mengerti.
***
Sebenarnya setiap hari aku berdoa memohon kepada Allah agar aku dipertemukan dengan seseorang yang akan menemaniku di masa depan kelak. Iya. Aku sudah tidak mau lagi membuang waktuku untuk berlama-lama pacaran. Karena dalam agamaku pacaran itu juga tidak di perbolehkan & aku pun sudah menyadari sisi buruknya lebih banyak daripada baiknya.
Hingga di waktu yang hampir 2 tahun berlalu ini. Akhirnya aku mengenalmu melalui sosial media yaitu Instagram. Ya awal tahun 2016 bulan Februari, aku sangat ingat itu. Ketidaksengajaan ku membawaku untuk mengenalmu. Pada awal pertemuan kita pada bulan Maret. Entah bagaimana, ada sesuatu hal yang tidak bisa aku ungkapkan padamu, kenapa saat itu detak jantungku mendadak kencang ketika pertama kali melihatmu. Sejujurnya aku sendiri pun bingung. Tanpa disadari juga saat pertemuan itu warna baju yang kita kenakan pun senada. Beberapa pertanyaan muncul di pikiranku. Kamu siapa? Kenapa kamu bisa membuatku seperti ini? Apa kamu orangnya?
Jujur kamu masuk di saat yang tepat dan aku pun menghendaki hal tersebut. Kamu tahu tidak kalau ini membuat orang-orang di sekitarku turut senang, karena akhirnya aku masih bisa menyukai seseorang.
Jika saat itu sudah ada lagu Intuisi milik Yura Yunita, mungkin itulah yang menggambarkan perasaan ku, lirik itu berisi seperti ini..
Ada yang harus kamu tahu. Bahwa aku tidak pernah melihat seseorang dari seberapa hebat dia dalam pekerjaannya, seberapa tampan dia, seberapa terkenal dia dilingkungannya, seberapa banyak uang yang dia miliki.
Yang aku tahu kamu orang baik. Kamu juga anak baik yang sangat menyayangi keluargamu. Itu saja. Bukan mulutku yang mengatakan, tapi hatiku yang merasakan. Hal itu juga yang aku rasakan saat pertama aku melihat postingan foto-foto mu di Instagram. Terlepas kamu pernah bilang bahwa kamu tidak sebagus yang aku pikirkan. Memangnya di dunia ini ada orang yang sempurna?
Kalau aku mau, aku tidak akan pernah melihatmu sedikit pun karena pekerjaan sepertimu itu pasti membuat beberapa wanita pernah merasa dicampakkan.
Padahal aku tahu, bahwa aku bukan satu-satunya yang kamu buat seperti ini. Banyak perempuan yang juga terkesan dengan sikapmu. Dan aku pun tahu diri, aku ini berbeda dengan perempuan-perempuan lain. Iya kan? Hehe..
***
Aku hanya ingin bilang, terima kasih sejauh ini sudah meluangkan waktumu untuk mendengarkan semua ceritaku. Aku tidak bisa berharap banyak, karena dulu aku sudah pernah berharap pada manusia dan itu menyakitkan.
Aku tidak meminta apapun. Yang penting kamu sudah tahu perasaanku. Sekarang lakukan saja apa yang kamu mau, tidak usah pikirkan aku. Aku cukup melihatmu dari kejauhan, dan mendoakanmu disetiap sujudku.
Seperti yang kamu bilang " Tenang ya, kalau jodoh nggak akan kemana.. Aku juga tidak tahu kedepannya nanti bagaimana "
Terimakasih Ya Allah sudah memperkenalkan ku dengannya 😇
Aku bahagia mengenalmu.
Terimakasih Penyemangat ku ❤
Bekasi, 2 Februari 2017
(Tepat 1 Tahun Lalu)
Setelah sekian lama aku mengalami patah hati terhebatku, aku menganggap bahwa semua laki-laki di dunia ini sama saja, semua tidak ada yang baik.
Berulang kali teman-temanku mencoba untuk membuatku 'move on' salah satunya dengan mengenalkan beberapa teman-temannya. Tapi entah, tidak ada satupun dari mereka yang bisa membuat hatiku bergetar seperti dulu.
Sampai aku bertanya pada diriku sendiri, apakah hati ini sudah beku? Apakah sudah tidak berfungsi untuk merasakannya kembali? Atau sudah mati rasa?
Entahlah.. Aku juga tidak mengerti.
***
Sebenarnya setiap hari aku berdoa memohon kepada Allah agar aku dipertemukan dengan seseorang yang akan menemaniku di masa depan kelak. Iya. Aku sudah tidak mau lagi membuang waktuku untuk berlama-lama pacaran. Karena dalam agamaku pacaran itu juga tidak di perbolehkan & aku pun sudah menyadari sisi buruknya lebih banyak daripada baiknya.
Hingga di waktu yang hampir 2 tahun berlalu ini. Akhirnya aku mengenalmu melalui sosial media yaitu Instagram. Ya awal tahun 2016 bulan Februari, aku sangat ingat itu. Ketidaksengajaan ku membawaku untuk mengenalmu. Pada awal pertemuan kita pada bulan Maret. Entah bagaimana, ada sesuatu hal yang tidak bisa aku ungkapkan padamu, kenapa saat itu detak jantungku mendadak kencang ketika pertama kali melihatmu. Sejujurnya aku sendiri pun bingung. Tanpa disadari juga saat pertemuan itu warna baju yang kita kenakan pun senada. Beberapa pertanyaan muncul di pikiranku. Kamu siapa? Kenapa kamu bisa membuatku seperti ini? Apa kamu orangnya?
Jujur kamu masuk di saat yang tepat dan aku pun menghendaki hal tersebut. Kamu tahu tidak kalau ini membuat orang-orang di sekitarku turut senang, karena akhirnya aku masih bisa menyukai seseorang.
Jika saat itu sudah ada lagu Intuisi milik Yura Yunita, mungkin itulah yang menggambarkan perasaan ku, lirik itu berisi seperti ini..
Ada yang harus kamu tahu. Bahwa aku tidak pernah melihat seseorang dari seberapa hebat dia dalam pekerjaannya, seberapa tampan dia, seberapa terkenal dia dilingkungannya, seberapa banyak uang yang dia miliki.
Yang aku tahu kamu orang baik. Kamu juga anak baik yang sangat menyayangi keluargamu. Itu saja. Bukan mulutku yang mengatakan, tapi hatiku yang merasakan. Hal itu juga yang aku rasakan saat pertama aku melihat postingan foto-foto mu di Instagram. Terlepas kamu pernah bilang bahwa kamu tidak sebagus yang aku pikirkan. Memangnya di dunia ini ada orang yang sempurna?
Kalau aku mau, aku tidak akan pernah melihatmu sedikit pun karena pekerjaan sepertimu itu pasti membuat beberapa wanita pernah merasa dicampakkan.
Padahal aku tahu, bahwa aku bukan satu-satunya yang kamu buat seperti ini. Banyak perempuan yang juga terkesan dengan sikapmu. Dan aku pun tahu diri, aku ini berbeda dengan perempuan-perempuan lain. Iya kan? Hehe..
***
Aku hanya ingin bilang, terima kasih sejauh ini sudah meluangkan waktumu untuk mendengarkan semua ceritaku. Aku tidak bisa berharap banyak, karena dulu aku sudah pernah berharap pada manusia dan itu menyakitkan.
Aku tidak meminta apapun. Yang penting kamu sudah tahu perasaanku. Sekarang lakukan saja apa yang kamu mau, tidak usah pikirkan aku. Aku cukup melihatmu dari kejauhan, dan mendoakanmu disetiap sujudku.
Seperti yang kamu bilang " Tenang ya, kalau jodoh nggak akan kemana.. Aku juga tidak tahu kedepannya nanti bagaimana "
Terimakasih Ya Allah sudah memperkenalkan ku dengannya 😇
Aku bahagia mengenalmu.
Terimakasih Penyemangat ku ❤
Bekasi, 2 Februari 2017
(Tepat 1 Tahun Lalu)

Komentar
Posting Komentar