Toxic People


TOXIC PEOPLE


Jangan tanya kenapa penulis angkat judul ini ya, tiba-tiba kepikiran dan pengen nulis. Lumayan kan buat setor tulisan ke blog pribadi, sekaligus mengasah pikiran dan juga jari-jemari.
Langsung deh ya 😄
 Apa itu Toxic? Apa itu Toxic People? Inti singkatnya itu apa sih?
Oke, oke sabar.. Penulis mau minum dulu 😋
Lanjut…. Lanjut…. Lanjut Maaaaannnnnggg 😋
Toxic itu sama halnya racun, meracuni yang sifatnya dan intinya itu tidak baik bahkan sangat tidak baik. Sedangkan Toxic People sendiri bisa di artikan sebagai subyek atau orang yang memberi pengaruh kurang baik. Intinya adalah memberi pengaruh yang kurang baik kepada orang lain maupun pada lingkungan sekitar.
 Bahwasannya saat ini, di lingkungan pun juga tidak sedikit yang mengangkat dan membahas perihal Toxic. Nyatanya, ada berbagai macam Toxic yang dapat kita temui, ada yang tahu apa saja? Tulis di kolom komentar ya.. 😃
Ada toxic yang sedang hype saat ini salah satunya “ Toxic Relationship ” Tapi penulis skip dulu untuk hal ini ya 😋
Oke balik ke Toxic People, tanpa sadar Toxic People itu bisa saja terdapat pada diri kita sendiri atau bahkan orang-orang di lingkungan sekitar. Tulisan ini sebenarnya masih mempertimbangkan apakah hal ini sebuah toxic atau bukan. Jadi ini sebenarnya sebuah pendapat penulis atas apa yang penulis alami dan amati pada lingkungan sekitar, yang penulis rasa toxic ini bisa memberi pengaruh kurang baik. Maka dari itu, penulis berani angkat, adapun hal – hal yang penulis bisa peroleh dan amati dari keadaan sekitar mengenai ciri – ciri Toxic People yaitu seperti:
1.      Penghasut
Penghasut atau Menghasut adalah orang yang suka memberi hasutan kepada orang lain, sehingga orang lain menjadi marah dan terprovokasi.
Contoh sederhananya gini, semisal tiba – tiba ada teman datang, terus dia cerita ‘Eh si A gini si B gini terus A sama B bilang kamu gini bla bla bla’.
Lalu setelah dengar cerita dari teman yang menceritakan keburukan tersebut, kamu ikut terusik dan menjadi marah atas apa yang dia sampaikan. Maka tanpa disadari, teman kamu telah menjadi penghasut dan kamu terhasut dengan cerita yang dia sampaikan.
Paham nggak sampai sini? Semoga ya 😋
Bagi penulis ini bisa menjadi Toxic People yang sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan kesalahpahaman, pertengkaran, permusuhan bahkan bisa menjadi perpecahan antar sesama.
2.      Merasa Paling Benar dan Paling Hebat
Merasa Paling Benar dan Paling Hebat adalah perasaan dimana merasa paling hebat dan paling benar, merasa dirinya sudah melakukan yang terbaik. Biasanya orang seperti ini mengira semua hal akan berantakan atau berjalan kurang baik apabila dirinya tidak ada atau tidak ikut berkontribusi.
Contoh sederhanya gini, semisal ada tugas kelompok atau tugas pekerjaan yang mengharuskan dikerjakan secara bersama-sama. Namun di tengah-tengah pengerjaan ada salah seorang yang memberikan gagasan tanpa mempertimbangkan baik buruknya dan mengharuskan gagasannya untuk digunakan, selain itu dia tidak mau mendengarkan gagasan dari teman-teman yang lain. Dia merasa gagasan yang dia buat sudah sangat baik dan patut untuk direalisasikan.
Toxic People seperti ini cenderung memiliki sifat ingin menang sendiri dan tidak bersedia mendengarkan orang lain. Hal ini dapat menimbulkan perselisihan dan kesalahpahaman, karena tidak adanya musyawarah.
3.      Tidak Punya Rasa Empati
Tidak Punya Rasa Empati adalah perasaan mati rasa/mati hati pada lingkungan sekitar. Dimana sulit berempati dan sulit untuk turut merasakan atas perasaan tidak enak yang sedang orang lain alami. Toxic People satu ini cukup bahaya, bahayanya karena sulit mengerti kesulitan dan keadaan yang di alami orang lain.
Contoh sederhananya gini, semisal ada teman yang sedang sakit, ia mengalami musibah atau depresi. Tetapi orang yang memiliki kriteria toxic people ini tidak ada respon atau bahkan cenderung acuh terhadap yang orang lain alami dan tidak menyadari tentang bagaimana keadaan orang lain.
Jadi bagi penulis, jangan pernah berharap untuk memperoleh bantuan, dukungan maupun semangat dari kriteria Toxic People ini ya teman-teman 😉
4.      Suka Mengkritik
Suka Mengkritik adalah perilaku dimana orang tersebut suka memberi tanggapan atau suka mengomentari orang lain secara terus menerus. Kalau hal ini rasanya bisa ditemukan dimana-mana, karena sifatnya transparant (terus terang).
Tapi teman-teman pernah dengar istilah Kritik Membangun? Kalau penulis sih pernah dengar, setahu penulis kritik membangun itu dimana orang memberi masukan positif yang bertujuan untuk memberi semangat dan membangun orang lain agar lebih baik.
Tetapi jika orang tersebut sudah mengkritik secara terus menerus dan hal kecil apapun yang dilakukan oleh orang lain pun di kritik, bahkan kritikannya bersifat menjatuhkan orang lain. Bukankah hal itu sudah masuk ke dalam kriteria Toxic People?
Contoh sederhananya gini, misal ada A beli emas dan handphone baru nih, terus si B ini ngeliat emas dan handphonenya si A, lalu dia bicara ke kamu mengenai emas dan handphonenya si A, misal eh emasnya kok cuma 2 gram sih? Terus warnanya kok pudar gitu ya, enggak cocok ya si A pake emas. Apalagi Handphonenya kok merk yang jadul itu ya? Gak update deh orangnya bla bla bla.
Menurut penulis ini Toxic People yang cukup bahaya karena bisa saja kritikannya menjatuhkan mental orang lain, bisa menjadi mental iilness bagi orang lain, karena tidak semua orang bisa kuat menerima kritikan, lapang, dan berbesar hati. Bisa jadi membuat orang lain ikut berkomentar buruk.
5.      Caper (Cari Perhatian)
Kriteria Toxic People yang terakhir menurut penulis yaitu Caper atau Cari Perhatian, hal seperti ini juga sudah menjadi hal yang umum.
Iya gak sih? Hehe
Biasanya orang yang caper atau cari perhatian senang menjadi pusat perhatian atau bahkan ada juga yang mencari - cari perhatian agar orang - orang memperhatikan setiap detail gerak geriknya. Kalau dilingkungan kerja biasanya orang - orang seperti ini suka Carmuk atau Cari Muka di hadapan Pimpinan. Penulis juga sering menemukan hal ini apabila sedang berada di forum diskusi,
Contoh sederhananya gini, kriteria Toxic People ini senang menjadi pusat perhatian, jadi saat bicara orang lain harus selalu memerhatikan dia, tidak bersedia bergantian saat bicara, dan terbiasa menyela/mencela saat orang lain sedang berbicara.
Penulis pernah baca juga Orang yang Caper atau Cari Perhatian kepada orang lain seperti ini ternyata masuk dalam salah satu bentuk penyimpangan. Orang yang demikian mengalami gangguan kesehatan mental yang diberi nama Histronik.
Searching sendiri yaaaa artinya…. 😊
Itulah 5 kriteria Toxic People yang cukup menguras pikiran penulis, hehe. Menurut teman-teman bagaimana nih? Cukup banyak tidak di lingkungan teman-teman yang seperti di atas? Tapi kita sendiri pun jangan lupa untuk introspeksi diri sejak dini ya dan tetap hati-hati.
Nyatanya, Toxic People cukup berbahaya juga ya, yang kita anggap hal wajar, yang kita anggap hal di atas biasa atau yang kita tidak sadari ternyata bisa memberi pengaruh buruk bahkan itu menyangkut kesehatan jiwa.
Semisal ada seorang teman diantara kamu yang memiliki perilaku demikian, saran penulis lebih baik batasi komunikasi dengan orang seperti itu. Agar tercipta kenyamanan, ketentraman, kebahagiaan, lingkungan dan pikiran yang sehat. Semoga kita terhindar dari hal-hal seperti yang penulis tulis di atas ya (aamiin) 😇
“ Mohon maaf apabila di dalam penulisan ada yang salah dan Terimakasih sudah membaca 😉


                                                                                                                                    Eka Fitriyani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN PEMAKAIAN SKINCARE DARI KLINIK KECANTIKAN (KRIM DOKTER)

Ketikan Jemari

Kamu 👮